Sabtu, 05 Maret 2011

Pengujian Dan Penyeleksian Karyawan

Mengapa Proses Seleksi itu Penting
Kinerja seleksi karyawan itu penting karena tiga alasan. Pertama, kinerja atasan selalu tergantung pada kinerja bawahan. Karyawan yang tidak memiliki ketrampilan yang tepat atau yang tidak ingin berprestasi secara efektif dan pada gilirannya kinerja atasan akan terhambat. Waktu untuk menyaring calon pegawai adalah sebelum mereka berada dipintu, bukan sesudahnya. Kedua, penyaringan yang efektif itu penting karena biaya merekrut dan memperkerjakan karyawan itu mahal. Ketiga, implikasi yang sah dan pengangkatan yang tidak sembrono. Pedoman untuk menghindari pengangkatan yang sembrono mencakup: secara hati- hati menyaring semua informasi yang dipasok oleh pelamar pada lamaran kerjanya, dapatkan wewenang tertulis dari pelamar untuk pemeriksaan rujukan dari calon karyawan, simpanlah semua catatan dan informasi yang anda peroleh tentang pelamar selama setiap tahap proses seleksi, tolaklah pelamar yang membuat pernyataan yang salah tentang fakta material dalam pelamaran atau yang memiliki catatan hukuman karena menyerang.

Konsep Pengujian Dasar
Keabsahan
Suatu tes itu pada dasarnya sebuah sampel dari perilaku seseorang, tetapi beberapa tes jelas lebih mewakili perilaku yang disampelkan ketimbang yang lainnya. Sebuah tes mengetik misalnya, jelas berhubungan dengan beberapa perilaku dalam bekerja, dalam jenis hal mengetik.
• Keabsahan tes
Keabsahan tes merupakan kecermatan yang dengannya sebuah tes, wawancara dan lain-lain mengukur apa yang mau diukur atau memenuhi fungsi yang dirancang untuk diisi. Keabsahan tes menjawab pertanyaan “apakah tes ini mengukur apa yang harus diukur?”. Berkenaan dengan tes seleksi karyawan, istilah keabsahan sering merujuk pada bukti bahwa tes itu berhubungan dengan jabatan. Dalam testing pekerjaan ada dua cara utama untuk menunjukkan keabsahan tes yaitu keabsahan criteria dan keabsahan muatan.
Keabsahan criteria berarti menunjukkan bahwa mereka yang mengerjakan tes dengan baik juga akan bekerja baik dan bahwa mereka yang jelek dalam tes juga akan jelek dalam bekerjanya. Dengan demikian, tes itu memiliki keabsahan sejauh orang – orang dengan skor tes yang lebih tinggi berkinerja lebih baik pada pekerjaan.

• Keabsahan Muatan
Sebuah tes yang absah muatan adalah sebuah tes yang memuat sampel yang adil dari tugas – tugas dan keterampilan yang sesungguhnya dibutuhkan untuk jabatan yang dipertanyakan.
Kehandalan
Sebuah tes mempunyai dua karakteristik penting, keabsahan dan kehandalan. Kehandalan dalah sebuah karakteristik yang penting kedua dari tes dan merujuk pada kemantapannya.

Bagaimana Mengabsahkan Sebuah Tes
Proses validasi ini biasanya menuntut keahlian dari seorang psikolog industry dan dikoordinasikan oleh departemen SDM. Peran lini manajemen adalah untuk secara jelas menggambarkan jabatan dan persyaratan – persyaratannya, sehingga persyaratan manusiawi dari jabatan itu dan standar kinerja jabatan itu jelas bagi psikolog. Proses validasi ini terdiri dari lima langkah.
1. Analislah jabatan
Spesifikan sifat dan keterampilan manusia yang diinginkan untuk pelaksanaan jabatan yang diinginkan.
2. Pilihlah tes anda
3. Laksanakanlah tes
Disini ada dua pilihan. Pertama,melaksanakan tes bagi karyawan yang sudah bekerja sekarang. Selanjutnya dapat dibandingkan skor tes mereka dengan kinerja mereka sekarang, ini disebut validasi bebarengan. Keuntungan utamanya adalah bahwa data tentang kinerja sudah tersedia. Kerugiannya adalah bahwa karyawan yang sekarang mungkin tidak mewakili para pelamar baru
4. Hubungkanlah skor tes dan criteria
5. Pengabsahan silang dan pengabsahan ulang

Pedoman Testing
Pedoman dasar untuk menetapkan sebuah program testing mencakup :
1. Gunakanlha tes sebagai suplemen
2. Absahkanlah tes-tes dalam organisasi anda
3. Analisislah semua standart pengangkatan dan promosi yang ada
4. Jagalah agar catatan-catatan anda selalu akurat
5. Mulailah dengan program keabsahan anda sekarang
6. Gunakanlah psikolog yang berijazah
7. Kondisi tes itu penting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar